Beranda > Morfologi > Morfologi II > Pembagian Jenis Kata Baru > Kata Tugas

Kata Tugas

Jenis kata yang oleh Tatabahasa Tradisional disebut kata depan dan kata sambung (atau kata penghubung) dimasukkan dalam Kata Tugas.

a. Bentuk

Dari segi bentuk umumnya kata-kata tugas sukar sekali mengalami perubahan bentuk. Kata-kata seperti dengan, telah, dan, tetapi dan sebagainya tidak bisa mengalami perubahan. Tetapi di samping itu ada segolongan kata yang jumlahnya sangat terbatas, walaupun termasuk kata tugas, dapat mengalami perubahan bentuk, misalnya kata tidak dan sudah dapat berubah menjadi menidakkan dan menyudahkan.

b. Kelompok Kata

Dari segi kelompok kata, kata-kata tugas hanya memiliki tugas untuk memperluas atau mengadakan transformasi kalimat. Kata-kata tugas tidak bisa menfufuki fungsi-fungsi pokok dalam sebuah kalimat. Fungsi-fungsi pokok seperti Subjek, Predikat, dan Objek diduduki oleh ketiga jenis kata lain.

Suatu ciri lain yang bisa dipakai sebagai pegangan untuk menentukan kata tugas adalah, jika Kata Benda, Kata Sifat, dan Kata Kerja dapat membentuk kalimat dengan sepatah kata dari jenis-jenis kata itu, maka kata-kata tugas umummnya tidak demikian. Debagai suatu tutur yang lengkap kita dapat mengatakan:

     Pergi!       Tidur!       Adik! 
     Bagus!      Kerja!      Cepat! 

Tetapi kita tidak dapat berbuat seperti itu dengan kata-kata tugas. Kita tidak bisa membentuk suatu kalimat dengan sepatah kata dari:

      Dan!        Tetapi!     Sesudah! 
      Supaya!   Telah!      Sebelum! 

Walaupun demikian ada beberapa kata tugas yang dapat bertindak sebagai kata benda, kata sifat atau kata kerja dalam membentuk suatu kalimat minim, misalnya:

      Sudah!     Belum! 
      Tidak!      Bukan! 

Dari uraian di atas kita dapat membagi Kata-kata Tugas menjadi dua macam, yaitu:

  1. Kata-kata tugas yang monovalen (bernilai satu), yaitu semata-mata berugas untuk memperluas kalimat, misalnya: dan, tetapi, sesudah, di, ke, dari, dan sebagainya.
  2. Kata-kata tugas yang ambivalen (bernilai dua), yaitu di samping berfungsi sebagai kata tugas yang monovalen, dapat juga bertindak sebagai jenis kata lain, baik dalam membentuk suatu jalimat minim maupun dalam merubah bentuknya, misalnya: sudah, tidak, dan lain-lain.

Jadi, fungsi kata tugas adalah merubah kalimat yang minim menjadi kalimat transformasi.

c. Partikel

Bentuk-bentuk kah, tah, lah, pun oleh hampir semua Tatabahasa Indonesia dimasukkan dalam kategori akhiran. Kekeliruan itu terjadi karena pengaruh masalah ejaan, yang oleh ejaan Suwandi dirangkaikan dengan kata sebelumnya. Keempat bentuk itu sebenarnya adalah partikel penentu atau pengeras. Partikel adalah semacam kata tugas yang mempunyai bentuk yang khusus yaitu sangat ringkas atau kecil dan mempunyai fungsi-fungsi tertentu. Baca selanjutnya...


ShoutMix chat widget

Sejarah | Bunyi Ujaran | Fonetik dan Fonemik | Alat Ucap | Pita Suara | Vokal | Konsonan | Perubahan Fonem | Intonasi | Ejaan | Morfologi | Analisa Kata | Kata Dasar | Nomina | Verba | Adjektif | Kata Tugas | Partikel | Pronomina | Adverbia | Numeralia | Konjuksi | Preposisi | Artikel | Interjeksi | Imbuhan | Prefiks | Sufiks | Konfiks | Infiks | Kata Ulang | Kata Majemuk | Makna Kata | Perubahan Bentuk Kata | Frase | Klausa | Kalimat Tunggal | Kalimat Majemuk | Ejaan Yang Disempurnakan | Penulisan Kata | Tanda Baca

Disadur dari buku Tata Bahasa Indonesia oleh Dr. Gorys Keraf, Cetakan Kesepuluh, 1984—dengan perubahan seperlunya

Copyright © 2009. Dini Amanda Putri. XII IPA 3. SMAN 1 Bogor